UNDANGAN MENULIS DAN SIMPOSIUM
JALAN PANJANG MEMBANGUN KEMBALI EKONOMI-POLITIK PANCASILA

Setelah krisis ekonomi menghujam hati dan meremukkan pusat kapitalisme di Amerika, kita seakan belum menemukan ujung ekonomi-politik yang jelas. Banyak ekonom menuliskan, inilah saatnya dunia melihat reposisi kapitalisme sambil berharap lahirnya alternatif ekonomi. Sebab, krisis ekonomi-politik global kita sekarang dapat dibilang sebagai anak kandung dari kemacetan produktivitas ekonomi negara-negara maju pada dasawarsa 1970 dan proyek liberalisasi serta deregulasi modal mulai dekade 1980. Dari tebaran berbagai indikator statistik tentang gejala itu, ada satu pola yang jelas: minimalisasi peran pemerintah dan pelepasan hak-gerak modal privat dari tata-kaitannya dengan komunitas (lokal, nasional, politik, kultural). Karena itu bagi kita di Indonesia, krisis kapitalisme global ini mengandung dua hal: kutukan dan berkah.
Kutukannya adalah gempita fluktuasi pasar mata uang yang berakibat pada jatuhnya rupiah dan bangkrutnya beberapa orang kaya serta melimpahnya PHK. Kemiskinan menjemput, pengangguran berbaris, kekerasan mengemuka. Tetapi, berkahnya adalah lahir [secara sayup-sayup] kesadaran ekonomi kerakyatan. Sebuah ekonomi yang berbasis pada demokrasi politik dan demokrasi ekonomi: ekonomi konstitusi.
Demokrasi ekonomi-politik sesungguhnya menjadi tujuan pembangunan Indonesia. Yaitu membangun masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Dengan demikian, seluruh pembangunan ekonomi-politik kita pun haruslah berlandaskan Pancasila. Pemikiran dan tindakan yang ingin kita bangun harus berdasar, bertujuan, dan berpedoman dalam penyelenggaraannya sebagai manifestasi ekonomi-politik Pancasila. Dalam arti singkat, ekonomi-politik Pancasila adalah ilmu dan cara berekonomi-politik menurut sila-sila dalam Pancasila; yaitu ilmu ekonomi-politik dan praktik berekonomi-politik yang berketuhanan yang maha esa, berperikemanusiaan yang adil dan beradab, mementingkan persatuan Indonesia, menggunakan asas musyawarah, dan berujung pada berkeadilan sosial bagi semua masyarakat.
Kita sadar bahwa permasalahan yang terus menggerogoti Indonesia adalah kemiskinan sebagai problem yang telah lama menyatu dengan kondisi sosial masyarakat. Di masa Orde Lama kemiskinan tidak sempat diprioritaskan untuk diselesaikan karena pemerintah sibuk membangun politik. Masa Orde Baru, kemiskinan menjadi target utama yang harus diselesaikan lewat pembangunan ekonomi. Masa Orde Reformasi, kemiskinan jadi musuh utama masyarakat. Sayangnya, usaha-usaha pengentasan kemiskinan terhambat dan tidak dapat dilanjutkan karena krisis ekonomi dan proses reformasi serta penerapan ekonomi-politik neo-liberal yang anti rakyat. Akhirnya kemiskinan kini bukannya berkurang, sebaliknya bertambah luas.
Di tengah kekacauan tersebut, jelas tidak akan mudah untuk mengembangkan kembali konsep ekonomi-politik Pancasila, karena sebagai konsep ekonomi-politik dan konsep pembangunan harus memenuhi berbagai syarat. Di samping idealisme atau pandangan-pandangan yang normatif, harus juga memenuhi kaidah-kaidah ilmiah, sehingga ada asas-asas objektif dan rasional yang dapat dikembangkan.
Untuk mengumpulkan konseptor baru dan mengembangkan kembali ekonomi-politik Pancasila, lembaga Nusantara Centre bekerjasama dengan KAU [Koalisi Anti Utang] dan Kopindo [Koperasi Pemuda Indonesia] mengajak Anda semua untuk menyampaikan gagasannya melalui makalah dan diskusi. Makalah yang terpilih akan dipresentasikan dalam Simposium Ekonomi-Politik Pancasila dan dibukukan hasilnya serta mendapat honorarium yang berkwalitas.
Tema makalah tersebut [pilih salah satu] adalah; BAB I: Sejarah Ekonomi-Politik Pancasila; a)Sudut Pandang Konstintusi, b)Kajian Filosofis, c)Kajian Hukum. BAB II: Genealogi Ekonomi-Politik Pancasila; a)Tokoh-tokohnya, b)Karya-karyanya, c) Inti Pemikirannya. BAB III; Institusi Ekonomi-Politik Pancasila; a)Koperasi, b)BUMN. BAB IV: Tata Kelola Ekonomi-Politik Pancasila; a)Persoalan Pangan, b)Perumahan, c)Kesehatan, d)Industri, e)Pendidikan, f)SDA, g)Keuangan, h)Hutang Luar Negeri & Investasi, i)Pengelolaan Pasar, j)Perbankan.
Makalah yang dikirimkan selambat-lambatnya kami terima pada tanggal 30 Juni 2009.
Silahkan dikirimkan via email ke: nusantaracom@yahoo.com
Sebelum acara besar tersebut akan digelar beberapa agenda pra simposium antara lain;
1. Diskusi Buku berjudul “Neoliberalisme dan Restorasi Kelas Kapitalis,” Karya David Harvey, pada hari/tanggal: Jumat, 27 Maret 2009, di Toko Buku Gunung Agung Jl. Kwitang Raya 38 Jakarta Pusat jam 14.30-16.30 WIB
2. Diskusi Buku berjudul “Membela Kapitalisme Global,” Karya Johan Norberg, pada hari/tanggal: Jumat, 17 April 2009, di Toko Buku Gunung Agung Jl. Kwitang Raya 38 Jakarta Pusat jam 14.30-16.30 WIB.
3. Diskusi Pilpres dan Orientasi Eko-Politik: Learning From Global Economic Crisis and Hypothesis of John Perkins, pada hari/tanggal: Jumat, 15 Mei 2009, di Toko Buku Gunung Agung Jl. Kwitang Raya 38 Jakarta Pusat jam 14.30-16.30 WIB.
4. Diskusi Buku berjudul “Negara Pancasila, Jalan Kemaslahatan Berbangsa,” Karya As’ad Said Ali, pada hari/tanggal: Sabtu, 27 Juni 2009, di Toko Buku Gunung Agung Jl. Kwitang Raya 38 Jakarta Pusat jam 14.30-16.30 WIB.
5. Diskusi kecil menyusun dan mengumpulkan naskah Simposium.
Hormat kami,
Sayono
Project Officer
(081391084870)
Saya mau tanya kepada rekan2 di nusantara center tentang penulisan karya ilmiah dengan tema “Ekonomi politik pancasila”. Sub temanya tentang apa ??
Terima kasih atas bantuannya.
Mas Dzulqarnain, maaf kami baru membalas. Silahkan lihat bagian Call for papers, karena kami telah mengupdatenya. terima kasih dan kami tunggu makalah anda.