Pengumpan:
Tulisan
Komentar

MADZAB NEOLIBERAL SBY

Yudhie Haryono

Direktur Eksekutif

Dalam diskusi di Kadin [20/5], SBY mematok pertumbuhan 7% dengan modal utang luar negeri maupun domestik di akhir 2014. Penjelasan ini diperluas oleh keterangan-keterangan Boediono sebagai cawapres dengan mengatakan bahwa, “bangsa kita tidak mungkin melepaskan diri dari mekanisme utang international” [17/5]. Selanjutnya, Boediono menjelaskan bahwa “kebijakan ekonomi yang akan ditempuh jika nanti berkuasa adalah tidak sepenuhnya menyerahkan ke pasar bebas dan tidak sepenuhnya menyerahkan ke negara” [18/5]. Bagi keduanya, masa depan eko-politik akan ditangani dengan mixed sesuai dengan tuntutan keadaan. Walaupun nantinya, negara berperan minimal, persoalan makro ekonomi lebih penting dari mokro ekonomi, pasar uang lebih penting dari pasar riil dan konglomerasi lebih utama dari UKM dan Koperasi. Lanjut Baca »

GENEOLOGI EKONOM NEOLIB INDONESIA

Yudhie Haryono

Direktur Eksekutif

Mungkin sebuah kebetulan, atau agar kita kembali belajar. Ketika Prof. Sarbini Sumawinata meninggalkan kita semua, Prof. Widjojo Nitisastro meluncurkan dua bukunya sekaligus. Kita tahu, kedua profesor ini pada awalnya merupakan staf pribadi Presiden Soeharto pada awal Orde Baru dibentuk. Menurut Prof. Soebroto [2007:34], sejak tanggal 12 September 1966, keduanya diminta memberi masukan pada pemerintah berkenaan dengan nasib negara ke depan pasca tumbangnya Orde Lama. Sayangnya, keduanya kemudian menemukan dunia yang berbeda. Sebab, dalam perjalanan sejarahnya nanti, Widjojo menjadi andalan dan kepercayaan Presiden Soeharto, sebaliknya Sarbini berada di ujung berbeda karena sangat kritis pada pemerintah. Lanjut Baca »

Pengumuman

Kepada Bapak, Ibu, teman-teman dan penggiat Diskusi Bulanan,

Kami infokan bahwa untuk Bulan Juni 2009, diskusi buku bulanan ditiadakan.

Diskusi akan diganti pada:

1.  (Tentative) tanggal 10 Juli 2009 dengan judul buku “Catatan Hitam Lima Presiden Indonesia” dengan pembicara Rizal Ramli (konfirmasi) dan Ishak Rafik (penulis buku). Acara akan berlangsung di Toko Buku Gunung Agung Jl. Kwitang Raya No 38 pukul 14.30-selesai.

2. (Fixed) tanggal 27 Juli 2009 dengan topik “Membahas Sistem Politik Indonesia oleh Inu Kencana”. Acara akan berlangsung di Toko Buku Gunung Agung Jl. Kwitang Raya No 38 pukul 14.30-selesai.

Format acara sewaktu-waktu dapat berubah. Kami sangat menghargai dan mengharapkan kedatangan anda. Terima kasih.

Untuk informasi hub: Devina (08179844142)-office hour

Matinya (Kajian) Ilmu Pendidikan

Edi Subkhan

Peneliti Pendidikan

Writing

Apa gagasan besar yang telah dihasilkan oleh fakultas ilmu pendidikan atau jurusan kependidikan dari universitas eks Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) di Indonesia? Paling banter adalah mereproduksi gagasan-gagasan lama, namun minim semangat untuk meneguhkannya sekalipun. Filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara misalnya, tidak banyak dielaborasi lebih jauh dalam konteks kekinian. Alih-alih mereproduksi-produksi gagasan baru ilmu pendidikan (pedagogy), yang terjadi justru mengasong teori-teori pendidikan dari Barat, atau merunduk di bawah kepentingan ideologis-politis rezim berkuasa. Inilah kondisi yang dapat dikatakan sebagai matinya ilmu pendidikan. Lanjut Baca »

PILPRES DAN PEMBANGUNAN EKO-POLITIK BARU

M. Yudhie Haryono

Direktur Eksekutif Nusantara Centre

pilpres2009

“Kendala ekonomi-politik negara-negara berkembang bukan uang dan waktu, tetapi aktor,” demikian hipotesa Joseph E. Stiglitz [2002].  Saya kira, hipotesa ini “pas” diterapkan pada peristiwa perceraian politik antara SBY dan JK saat menghadapi pilpres 2009. Dalam beberapa hal keduanya memiliki persamaan, yaitu sama-sama ingin berkuasa demi idealismenya. Tetapi, dalam banyak hal keduanya berbeada sama sekali, bahkan berlawanan.

Sebagai aktor demokrasi, kebijakan SBY pro neoliberal, pro pasar dan dibungkus retorika populisme. Jargon populismenya adalah progrowth, pro-poor, dan projob. Paradigma ini dilandaskan pada deregulasi, liberalisasi, prifatisasi dan penghapusan subsidi plus utang yang berkepanjangan.  Sebaliknya, kebijakan JK dianggap pro kerakyatan, pro subsidi dan dibungkus dengan retorika “bemper.” Jargon bempernya adalah “lebih cepat, lebih baik.”

Lanjut Baca »

BUKU BARU

SEGERA TERBIT:
Buku, “REPUBLIK YANG MENUNGGU”

BUku Republik yang Menunggu

Penulis: M. Yudhie Haryono
Penerbit: Kalam Nusantara
Jakarta, Indonesia, 2009
Harga; Rp.89.900,-
Tebal; 600 hal+bibliografi+indeks

Bangsa ini sedang mengalami kerinduan yang memuncak. Kerinduan akan hadirnya sebuah angin perubahan yang dapat mengembangkan layar perahu sejarah bangsa. Republik yang sedang menunggu, kapan ia akan terlahir kembali sebagai bangsa yang mandiri dan sejahtera. Buku ini memaparkan sebuah pencarian dan penggalian akan identitas baru. Bagi penulis, sistem pemerintahan negara dengan falsafah hidup yang berlandaskan pada asas-asas kebangsaan yang autentik dan genuine adalah keniscayaan.
Di tengah-tengah karang neoliberalisme dan etatisme, bayangan jati diri nasional melambai-lambai dari kejauhan. Kenyataan mengabarkan bahwa neoliberalisme telah meminggirkan nilai-nilai keadilan sosial dan etatisme telah memandulkan potensi-potensi alamiah individu bangsa. Maka, adakah jalan ketiga (third way) yang khas indonesia?

Lanjut Baca »

BUKU BARU

SEGERA TERBIT:
Buku, ”LAPINDO HANCURKAN MARTABAT BANGSA”

BUKU Lapindo, Cover
Penerbit: GMLL [Gerakan Menutup Lumpur Lapindo]&KalamNusantara
Jakarta Indonesia, 2009
Harga: Rp. 29.900,-
Tebal: 209+ix halaman+indeks

Sebuah buku yang mengungkap kejahatan terbesar abad ini. Kejahatan di negeri Indonesia. Sebuah buku yang diperbolehkan untuk dikopi dan disebarluaskan sepanjang untuk kehidupan kemanusiaan. Sebuah buku tentang kejujuran dan ketulusan para penulisnya. Merupakan hasil riset dari para pejuang kemanusiaan—dalam dan luar negeri—buku ini menghasilkan temuan yang menguatkan temuan sebelumnya bahwa PT. Lapindo Brantas Inc. bersalah besar dalam tragedi lumpur Lapindo di Porong. Sumur Lapindo juga dapat dimatikan karena ia bukan bencana alam. Lanjut Baca »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.