MADZAB NEOLIBERAL SBY
Yudhie Haryono
Direktur Eksekutif
Dalam diskusi di Kadin [20/5], SBY mematok pertumbuhan 7% dengan modal utang luar negeri maupun domestik di akhir 2014. Penjelasan ini diperluas oleh keterangan-keterangan Boediono sebagai cawapres dengan mengatakan bahwa, “bangsa kita tidak mungkin melepaskan diri dari mekanisme utang international” [17/5]. Selanjutnya, Boediono menjelaskan bahwa “kebijakan ekonomi yang akan ditempuh jika nanti berkuasa adalah tidak sepenuhnya menyerahkan ke pasar bebas dan tidak sepenuhnya menyerahkan ke negara” [18/5]. Bagi keduanya, masa depan eko-politik akan ditangani dengan mixed sesuai dengan tuntutan keadaan. Walaupun nantinya, negara berperan minimal, persoalan makro ekonomi lebih penting dari mokro ekonomi, pasar uang lebih penting dari pasar riil dan konglomerasi lebih utama dari UKM dan Koperasi. Lanjut Baca »



