BIDANG POLITIK

Daftar Buku:
Lawan: Jejak-jejak Jalanan Di Balik Kejatuhan Soeharto
Penulis: Hermawan Sulistyo
Penerbit: Pensil-324
Tahun: 2009
Ketebalan: 442 hlm
Ukuran dan ISBN: 14,8x 21cm/ 9779-96921-2-1
Sinopsis Buku
“Reformasi,” itulah kata bertuah yang dicanangkan kaum intelektual pada awal 1998. Isyarat untuk melancarkan gerakan dahsyat melawan Orde Baru yang dimotori Soeharto. Dalam perkembangannya, gerakan menumbangkan Soeharto dari kursi kepresidenan telah melenceng kemana-mana. Akhirnya banyak yang ikut-ikutan dengan tujuan memetik keuntungan dari gerakan reformasi, yang pada tahap awanya lebih sering disebut gerakan pro-reformasi.
Golongan demikian yang paling banyak adalah politisi, termasuk anggota DPR/MPR, dan para elite lainnya. Dimanakah mereka sewaktu mahasiswa “pasang badan” mempertaruhkan nyawa demi sebuah tirani? Apakah yang sudah mereka lakukan bagi bangsa ini, ketika situasi berada dalam krisis, selain mencari kursi kekuasaan dan rejeki ekonomi? Dan, “balas budi” apakah yang sudah mereka lakukan bagi mahasiswa dan rakyat lainnya yang menjadi martir bagi reformasi?
Dalam buku ini, Hermawan Sulistyo yang akrab dipanggil Kikiek mencoba mengupas secara dalam dan sangat akurat perjalannanya sebagai bagian dari masa reformasi. Peristiwa-peristiwa kelam yang ia hadapi, dan tangis pilu terhadap kematian mahasiswa-mahasiswa patriotik.
Dari Soekarno Sampai SBY: Intrik Dan Lobi Politik Para Penguasa
Penulis: Prof. Dr. Tjipta Lesmana, M.A
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2008
Ketebalan: xxix+396 hlm
Ukuran dan ISBN: 15,5x24cm/ 978-979-22-4095-5
Sinopsis Buku
Buku ini menguak pola komunikasi politik dan kepemimpinan enam Presiden Indonesia. Mulai dari Soekarno, lanjut ke Soeharto, Habibie, Gusdur, Megawati, sampai SBY. Soekarno lebih banyak bicara dengan bahasa lugas tanpa tedeng aling-aling; Soeharto sangat high context, senyumnhya multi-tafsir; Habibie kuat dengan bahasa tubuh dan emosional; Gus Dur tidak punya pola alias suka-suka, tapi sering menggertak komunikan; Megawati easy-going dan, konon, tidak mau repot; sedang SBY sering membingungkan dan kurang jelas.
Buku ini berhasil mengungkap sisi lain dari berbagai peristiwa penting di Tanah Air; seperti ketakutan Soekarno pada dokter, pembredelan media pasca “Malari 1974”, tragedy 27 Juli 1996, dendam Soeharto pada Habibie, upaya mencopot Panglima TNI, impeachment terhadap Gus Dur, dendam Megawati terhadap SBY, dan masih banyak peristiwa lain yang belum terungkap.
Penulis buku ini menyampaikan dan menjelaskan kepada pembaca dengan gaya bahasa yang lugas, penuh dengan istilah, tetapi tidak miskin teori. Buku ini patut dibaca oleh siapapun, apalagi bagi mahasiswa sebagai pembelajaran baru yang pantas dipahami.
KAPITALISME: Teori dan Sejarah Perkembangannya
Penulis: Robert Lekachman dan Borin van Loon
Penerbit: Resist Book
Tahun: 2008
Ketebalan: ii+177 hlm
Ukuran dan ISBN: 14×21 cm/ 979-3723-59-9
Sinopsis Buku
Apa itu kapitalisme? Mengapa ia dianggap sebagai biang dari ketidakadilan dan kesengsaraan? Sejak kapan sistem ekonomi ini mulai berkecambah? Dan, bagaimana masa depannya?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab dengan tuntas dalam buku ini. Robert Lekachman, penulis buku ini dan seorang profesor ekonomi di Universitas New York, mengahadirkan kepada kita buku yang cerdas, humoris dan memikat. Dimulai dengan membedah kapitalisme, mempersoalkan Amerika Serikat—sebuah negara di mana kapitalisme tampak wajar dan alamiah. Benarkah kapitalisme memang sebuah keniscayaan?
Lekachman juga mengurai sejarah perkembangan awal kapitalisme: dari merkantilisme, kapitalisme industrial hingga kapitalisme neoliberal (monetarisme). Ia juga membedah serangkaian pemikir dan teoritisi termahsyur: dari Adam Smith, Karl Marx, Werner Sombart, J.M Keynes, hingga Robert Friedman. Dengan indah, Leckaham menutup buku ini dengan dialog imajiner antara Keynes dan Marx, untuk mengajukan satu dilema penting yang harus kita semua hadapi: bahaya kapitalisme dan efek-efeknya bagi dunia.
Beyond Parlemen
Penulis: Dr. Yuddy Chrisnandi
Penerbit: Transwacana
Tahun: 2008
Ketebalan: xii+372 hlm
Ukuran dan ISBN: 14×21 cm/ 978-602-8070-10-2
Sinopsis Buku
Berpolitik tanpa ide dan gagasan sama artinya dengan memangku jabatan tanpa tanggung jawab. Goresan-goresan pemikiran sebagai bagian dari sumbangan ideologis, harus menjadi penyempurna seseorang sebagai politisi. Sebut saja Barack Obama yang mengeluarkan berbagai buku inspiratif yang mengandung konsep-konsep dan gagasannya sebagai politisi maupun pemimpin.
Sedangkan, dalam hal ini, Yuddy Chrisnandi bertindak sama. Melalui buku ini, ia bertanggung jawab dalam menyumbangkan pemikiran-pemikirannya. Yuddy selama lebih dari seperempat abad aktif dalam kegiatan organisasi, baik intern kampus maupun organisasi kemasyarakatan, partai politik, hingga menjadi anggota parlemen. Dan, buku ini merupakan rekaman dari jejak-jejak pengalamannya bergelut sebagai politisi.
Buku ini menghimpun beragam pemikiran Yuddy sejak masa awal transisi demokrasi di era pemerintahan B.J Habibie, Gus Dur, Megawati, hingga SBY. Buku ini merupakan kumpulan artikel-artikelnya yang telah diterbitkan di media massa dan makalah-makalahnya dalam acara seminar.
Harapan Yuddy yang terdalam, demokrasi dapat tumbuh subur dan politik negara berpihak kepada rakyat. Sehingga, negara akan maju apabila dapat memerangi 5K (Kemiskinan, Kebodohan, Korupsi, Ketidakadilan, dan Ketergantungan pada asing). Tulisan-tulisan dalam buku ini merupakan cerminan keresahan sekaligus harapannya terhadap politik Indonesia.
Berebut Jiwa Bangsa: Dialog, Perdamaian, dan Persaudaraan
Penulis: Franz Magnis-Suseno
Penerbit: PT. Kompas Media Nusantara
Tahun: 2006
Ketebalan: xiv+392 hlm
Ukuran dan ISBN: 14×21 cm/ 979-709-274-7
Sinopsis Buku
Apa itu bangsa Indonesia? Masih adakah nilai-nilai bangsa dan perlukah dipertahankan eksistensinya? Setiap bangsa memiliki persoalan. Celakanya di Indonesia, persoalan itu oleh pemerintah dan elite pollitik ditangani secara sembarangan dan lebih banyak mengorbankan kepentingan rakyat kecil.
Buku ini berisi gagasan dan pandangan perihal berbagai persoalan yang menghujani nilai dan visi kebangsaan Indonesia sejak berakhirnya kekuasaan Orde Baru. Mulai dari ancaman dsintegrasi, korupsi, penggusuran rakyat kecil, dialog antarumat beragama, hingga pembangunan kesejahteraan umum seperti jaringan transportasi sampai harga bahan bakar minyak.
Frans Magnis-Suseno, yang kerap dipanggil Romo Magnis menyampaikan saran dan kritiknya dengan argumentasi yang sehat dan nalar. Karena itulah, buku ini bisa memberikan optimisme dan semangat untuk memperbaiki dan merajut kembali nilai-nilai keindonesiaan. Sebuah bacaan wajib bagi mereka yang tetap cinta keindonesiaan dan bertekad membangunnya dengan penuh kejujuran dan tanpa diskriminasi. Harapan Romo Magnis, tulisan-tulisan dalam buku ini dapat menjadi saksi tantangan-tantangan yang bangsa ini hadapi, dan sekaligus menyumbang semangat agar kita mau berjuang terus.
Komunisme Ala Aidit: Kisah Partai Komunis Indonesia di Bawah Kepemimpinan D.N Aidit 1950-1965
Penulis: Peter Edman
Penerbit: Center for Information Analysis
Tahun: 2005
Ketebalan: xvi+278 hlm
Ukuran dan ISBN: 14,5×21 cm/ 979-7564-68-1
Sinopsis Buku
Di bawah kepemimpinan D.N Aidit, Partai Komunis Indonesia bangkit dari keterpurukan dan muncul sebagai salah satu kekuatan politik terkemukan di Indonesia. Namun sebuah epilog yang tragis pun terjadi. Penculikan dan pembunuhan para jenderal Angkatan Darat pada dinihari 1 Oktober 1965 menjadi pemicu kolapsnya PKI. Seberapa signifikan peran Aidit dalam pertumbuha dan kehancuran PKI? Lantas, apakah dia merupakan “dalang” di balik peristiwa pembunuhan para jenderal AD agar PKI tidak mendapatkan rintangan dari rival politik terberatnya?
Buku ini mengungkap latar belakang D.N Aidit, seorang tokoh komunis yang keberadaannya sering disamarkan. Buku ini sangat penting sebagai referensi untuk menjawab sebuah pertanyaan yang menggelitik: mengapa paham komunisme pernah Berjaya di Indonesia?
Cendekiawan dan Kekuasaan dalam Negara Orde baru
Penulis: Dhaniel Dhakidae
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2003
Ketebalan: 828 hlm
Ukuran dan ISBN: 15×23 979-22-0309-5
Sinopsis Buku
Runtuhnya kekuasaan orde baru tidak hanya menyisakan bangunan rezim otoriter. Panggung sandiwara yang di lakoni Soeharto beserta aparatusnya mengkooptasi lembaga pengetahuan untuk melanggengkan kekuasaannya. Rezim orde baru telah mewariskan sejarah kelam dunia intelektual Indonesia. Perselingkuhan antara dunia pengetahuan dan kekuasaan menyebabkan pelacuran intelektual merajelela pada masa orde baru berkuasa. Munculnya lembaga pengetahuan menjadi alat legitimasi bagi penguasa melalui pemaksaan intelektual yang digambarkan dalam buku ini.
Dhaniel Dhakidae menggambarkan dalam buku ini, bahwa selain pengekangan terhadap media, rezim orde baru juga ditopang oleh militer, birokrasi dan Golkar. Namun fakta yang mengejutkan rezim orde baru juga mendapatkan alat legitimasinya melalui lembaga-lembaga pengetahuan bentukan rezim tersebut seperti HIPIIS (Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial), ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia), ISKI (Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia), AIPI (Asosiasi Ilmu Politik Indonesia) Dst. Melalui intervensi yang begitu besar dan kuatnya dengan aparat militer sebagai penjagalnya, maka lembaga pengetahuan menjadi ‘takluk’ tidak berdaya melawan kooptasi yang begitu sistematis dilakukan orde baru. Sehingga elit intelektual menyerahkan kekritisannya serta pengetahuannya kepada pemerintah dan menihilkan keberpihakan kepada rakyat. Orde baru berkuasa selama 32 tahun. Peranan kaum cendekiawan melanggengkan kebringasan rezim orde baru berkuasa menjadi tema menarik yang dibahas oleh Dhaniel dalam buku setebal 828 halaman ini.
Kapitalisme; Teori dan Sejarah Perkembangan
Penulis: Robert Lekachman dan Borin van Loon
Penerjemah: Sita Hidayah
Penerbit: Resist Book, Yogyakarta
Tahun: Agustus 2008
Ketebalan: 177 hal, i-ii
Ukuran dan ISBN: 14×21 cm/ 979-3723-59-9
Sinopsis Buku
Buku ini merupakan sebuah pengantar ringan bagaimana memahami kapitalisme secara lebih mudah dan singkat. Point-point penting yang paling mendasar dari kapitalisme adalah pertama, modal merupakan bagian dari kekayaan suatu bangsa (wealth of nation) yang merupakan hasil karya manusia dan karenanya bisa direproduksi berulangkali. Dua, di bawah sistem kapitalisme suatu perlengkapan modal masyarakat, alat-alat produksinya, dimiliki oleh segelintir individu yang memiliki hak legal untuk mempergunakan hak miliknya untuk meraup kepentingan pribadi. Tiga, kapitalisme sangat bergantung pada sistem pasar yang menentukan distribusi, mengalokasi sumber-sumber daya dan menetapkan tingkat-tingkat pendapatan, gaji, biaya sewa dan keuntungan dari kelas-kelas sosial yang berbeda.
Namun dalam banyak kasus, krisis ekonomi peran pasar tidaklah independen. Negara sering menjadi penyelesai krisis dengan mengeluarkan regulasi-regulasi untuk mempengaruhi dan mengendalikan pasar. Konsep negara minimum dalam kapitalisme hanyalah kedok ideologis negara maju untuk memaksakan terwujudnya pasar bebas yang tidak menguntungkan negara miskin dan berkembang.
Kapitalisme merupakan sistem ekonomi dunia yang telah menjadi keharusan dan tidak bisa dihindarkan pengaruhnya. Kapitalisme adalah sistem atau perangkat ekonomi yang telah mengalami evolusi dalam tahapan sejarah.
Politik Jender
Penulis: Dewi Coryati
Penerbit: Kalam Nusantara
Tahun: 2006
Ketebalan: 176 hal
Ukuran dan ISBN: 11×18 cm/ 979-3237-70-8
Sinopsis Buku
Realitas politik di Indonesia belum sepenuhnya berpihak pada perempuan. Hal tersebut dibuktikan dengan prosentase perempuan di legislatif. Walau kaum perempuan telah memiliki antusiasme tinggi, tetapi belum memiliki bargaining position yang cukup.
Buku ini menganalisa faktor-faktor yang menjadi masalah minimnya perwakilan perempuan di legislatif. Saat ini, jumlah perempuan dalam Parlemen belum proporsional dengan jumlah perempuan yang menjadi pemilih. Untuk mendukung hal tersebut, perempuan harus dibekali dengan “kematangan” dalam berpolitik. Karena perempuan dianggap aktor baru, maka perempuan belum mendapat hasil optimal. Perempuan harus dapat meyakinkan anggota masyarakat. Karenanya, perlu usaha-usaha yang lebih signifikan. Dengan masuknya perempuan di legislatif akan membuat Indonesia menjadi lebih baik.
M. Amien Rais Dalam Sorotan Generasi Muda Muhammadiyah
Penulis/Editor: Abdul Rohim Ghazali
Penerbit: Mizan
Tahun: 1998
Ketebalan: 302 hlm
Ukuran dan ISBN: 20×15 979-433-196-1
Sinopsis Buku
Buku ini menjadi potret perjalanan politik Amien Rais. Dalam buku ini, Amien Rais digambarkan sebagai pemimpin yang tidak hanya pandai untuk mengkritik tatanan rezim orba yang angkuh pada masa itu, namun juga menerima kritik yang ditujukan kepadanya. Gambaran inilah yang menjadi titik sentral dalam penulisan buku ini. Buku ini ditulis oleh kelompok kaum Muda Muhammadiyah.
Abdul Rohim Ghazali yang menjadi editor dalam penulisan buku ini mengisahkan pengalamannya ketika melakukan kritikan terhadap Amien Rais. Ketika itu Amien Rais menjabat sebagai Ketua Bidang Hikmah PP Muhammadiyah. Abdul mengatakan bahwa Muhammadiyah tidak kritis terutama pada bidang hikmah, bidang yang membidani urusan sosial. Ketika itu sebab bidang Hikmah dipimpin oleh Amien Rais yang juga menjabat sebagai ketua umum PP Muhammadiyah. Ketika kritik disampaikan pada saat Abdul masih menjabat sebagai ketua DPP IMM, maka Abdul langsung dipanggil menghadap Amien Rais. “saya dag dig dug ketika tahu dipanggil oleh beliau”, ungkap Abdul. Lalu setelah bertemu dengan Amien Rais, rasa takut itu berubah menjadi rasa bangga karena ternyata Amien Rais mengacungkan jempol dan membenarkan apa yang dikritik oleh Abdul. Bahkan Amien mengakui logika berpikir kritik yang dilakukan oleh Abdul. Disinilah rasa haru sekaligus bukti bahwa Amien Rais bukanlah pemimpin yang anti terhadap kritik menemukan kebenarannya.
Kebesaran seorang pemimpin terletak dari seberapa kebesaran jiwa dalam menerima kritik yang disampaikan. Sehingga dari kritikan itulah pemimpin tersebut belajar agar lebih baik dalam kehidupan selanjutnya. Dari sinilah kita mendapatkan pencerahan bagaimana perjuangan yang dilakukan Amien disorot oleh kaum intelektual muda Muhammadiyah, suatu organisasi yang dipimpin oleh Amien Rais. Dalam buku ini Amien tidak hanya dipuji karena kerendahan hatinya. Di dalam buku ini Amien Rais bukan hanya dikritik tanpa dasar. Buku ini adalah gambaran tentang sesosok intelektual Muhammadiyah yang berkiprah bagi Umat, Bangsa dan Negaranya. Buku ini sangat pantas dibaca bagi mereka yang merindukan kehadiran pemimpin yang bermartabat, kritis dan visioner. Sungguh seorang pemimpin yang kita rindukan ditengah krisis kepemimpinan nasional hari ini.
Gerakan Islam Syariat: Reproduksi Salafiyah Ideologis di Indonesia
Pengarang: Haedar Nashir
Penerbit: Pusat Studi Agama dan Peradaban
Tahun: 2007
Ketebalan: 652+ xxxvii hlm
Ukuran dan ISBN: 15x21cm/978-979-26-0504-4
Sinopsis Buku
Buku yang diolah dari hasil penelitian disertasi dengan judul yang sama ini mencoba menggali sejarah gerakan Islam yang disebutnya sebagai gerakan Islam Salafiyah di Indonesia yang dihampiri bukan dengan perangkat kajian Islam (Islamic studies) melainkan dari kerangka gerakan sosial (social movements).
Buku ini menggambarkan tentang dinamika Islamisasi dan ideologisasi Islam yang mewujud dalam berbagai gerakan Islam, misalnya Pan-Islamisme, juga problem-problem yang terjadi dari proses tersebut secara historis, misalnya tentang Piagam Jakarta, Konstituante, dan DI/TII. Dengan teliti Haedar kemudian bergerak membahas Islam ideologis pada masa Orde baru dan reformasi.
Tesis utama dari buku ini adalah terdapat dua jalur upaya ideologisasi Islam di Indonesia, yakni jalur atas dan jalur bawah. Jalur bawah diidentifikasi sebagai Islamisasi melalui budaya secara lebih halus tanpa menimbulkan konflik yang berarti, Haedar Nashir menampilkan contoh dari Islamisasi jalur bawah ini dari penerapan syari’at di Sulawesi Selatan, Nangroe Aeh Darussalam, Jawa Barat, dan beberapa daerah lain secara historis. Sementara itu Islamisasi jalur atas diambil dua gerakan Islam yang dianggap merupakan representasi dari gerakan salafiyah ideologis, yakni Hizbut Tahrir dan Majelis Mujahidin. Dari risetnya tersebut disimpulkan beberapa hal, antara lain adalah, gerakan Islam syari’at menunjukkan militansi yang tinggi karena adanya sistem keyakinan (belief system) atau pandangan dunia (world view) yang tinggi, yang serba syari’at (Syar’iyyah, Syar’isme, sharia-minded) yang menempatkan syari’at sebagai ajaran utama yang penerapannya melalui pelembagaan secara formal ke dalam isntitusi negara dalam bentuk kekhalifahan.
Dinyatakan juga bahwa gerakan Islam untuk penerapan syari’at Islam merupakan perjuangan untuk menampilkan Islam sebagai ajaran yang murni, asli, autentik, kaffah (total, menyeluruh) dan belum tercemar sebagaimana Islam yang dicontohkan oleh Nabi dan generasi sesudahnya yang dipandang ideal (salaf al-shalih), sehingga menampilkan fenomena reproduksi gerakan “salafiyyah” dalam konteks saat ini.
Restorasi Pancasila
Penulis: Panitia Bersama Simposium
Penerbit: Brighten Press
Tahun: Jakarta, 2006
Ketebalan: 448hal+xxxii
Ukuran dan ISBN: 20x15cm /979-96431-8-x
Sinopsis Buku
Buku ini merupakan kumpulan artikel dari acara simposium Pancasila yang diselenggarakan oleh Fisip UI, P2D, Brighten Institute dan Tempo Media. Ditulis oleh 36 penulis dari berbagai latar belakang profesi, buku ini menjadi sangat kaya sudut pandang. Tetapi, walau sudut pandangnya beragam, ia memiliki tujuan yang sama; keprihatinan bahwa Pancasila mulai memudar sebagai landasan hidup berbangsa dan bernegara.
Secara umum, buku ini dibagi dalam empat tema besar; 1) Mendamaikan politik identitas dan modernitas, 2) Pancasila dan problem keadilan sosial di Indonesia, 3) Pancasila, negara, agama, dan politik kewarganegaraan demokratis, 4) Pancasila, globalisasi dan HAM. Dikatapengantari oleh Presiden SBY, buku ini makin memiliki bobot sebagai ‘usaha’ semua pihak agar nilai-nilai Pancasila harus selalu ditanamkan dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Sungguh, sebuah usaha yang patut diapresiasi. Sayangnya, buku ini tidak menjawab dengan tuntas ‘nilai-nilai’ baru apa yang lebih baik diterapkan jika Pancasila nantinya sudah benar-benar ditinggalkan oleh penduduk Indonesia.
Pemikiran Sosial dan Politik Indonesia Periode 1965-1999
Penulis: David Bourchier dan Vedi R. Hadiz
Penerbit: Grafiti
Tahun: 2006
Ketebalan:433 hlm
Ukuran dan ISBN:27,5 cm 979-444-440-5
Sinopsis Buku
Buku ini merupakan suatu karya klasik, tidak hanya bagi mereka yang menaruh minat pada politik Indonesia melainkan juga bagi mereka dengan minat yang lebih luas dan komparatif pada dinamika perubahan politik. Bourchier dan Hadiz mampu menggali pernyataan, kutipan, dan dokumen yang menggambarkan berbagai pergulatan dan persoalan yang sangat penting semasa orde baru. Mereka memberi kita pemahaman yang kaya tentang benturan antara populisme reaksioner dan populisme radikal, maupun antara korporatisme Negara sekuler dan liberalisme dalam tahun-tahun yang bergolak ini.
Pemikiran sosial dan politik Indonesia merupakan suatu instrumen yang luar biasa untuk memahami perubahan sosial dan politik di Indonesia selama lebih dari tiga dekade. Memuat lebih dari delapan ringkasan pidato, pamflet, manifesto dan sajak yang dipilih dengan teliti, buku ini memberikan suatu pemahaman yang unik tentang pemikiran sosial dan keprihatinan politik dari sekumpulan besar aktor yang terlibat erat dalam perjuangan menata Indonesia modern menyusul kemenangan orde baru pada 1960-an.
Edisi ini memperkenalkan dan mengulas pemikiran para ideolog negara, kaum pluralis modern, sosial radikal dan Islam politik Selama periode perubahan yang kacau balau dan adakalanya berupa konflik yang keras. Buku ini juga menghubungkan gagasan dari para pelaku utama pergulatan politik dengan sejumlah peristiwa penting di Indonesia menyusul kejatuhan Soeharto.
Pandangan Negara Integralistik: Sumber, Unsur, dan Riwayatnya
Penulis: Marsillam Simanjuntak
Penerbit:Grafiti
Tahun:1994
Ketebalan:284 hlm
Ukuran dan ISBN: 21 cm/ 979-444-307-7
Sinopsis Buku
Setelah sekian lama terpendam dan terlupakan, belakangan ini konsep negara integralistik kembali dihidupkan dan dimasukkan ke dalam kosakata perpoltikan Indonesia. Dengan begitu saja, konsep itu dianggap paling cocok sebagai dasar penafsiran konstitusi. Ide totaliter ini-begitu Supomo, pencetusnya sendiri, menamakan-praktis ditolak. Dan memang, UUD 1945 berikut penjelasannya tidak satu kali pun menggunakan istilah itu.
Buku ini menelusuri kembali di mana sesungguhnya tempat dan kedudukan pandangan negara integralistik dalam proses penyusunan UUD 1945. Secara kritis juga dikupas sumber filafat pandangan itu yang pada hakikatnya bertentangan dengan asas kedaulatan rakyat. “buku ini adalah semacam berkas tangkisan atau gugatan balik, membela perkara kedudukan kedaulatan rakyat dan hak-hak dasar manusia dalam konstitusi”, kata penulisnya.
Demokrasi Suatu Keharusan
Penulis: Anwari WMK, dkk
Penerbit: Khanata, Pustaka LP3ES Indonesia
Tahun: 2004
Ketebalan: xvii+174 hlm
Ukuran dan ISBN: 15.5×23 cm/ 979-3330-17-1
Sinopsis Buku
Buku ini mengetengahkan pandangan dan pemikiran Samuel Koto di sekitar demokrasi dalam konteks perkembangan kehidupan sosial-politik mutakhir di Indonesia. Samuel Koto adalah seorang aktivis mahasiswa Angkatan 78, sebuah gerakan mahasiswa yang keras menentang Soeharto pada saat itu.
Penelusuran atas pemikiran dan praksis Samuel Koto dalam buku ini, berangkat dari perjalanan dan pengalaman kiprahnya yang menghasilkan elaborasi pembahasan yang bertolak dari impresi sejumlah narasumber beserta penafsiran dan pemaknaan terhadap impresi itu serta terhadap pendapat-pendapat Samuel Koto sendiri. ”Demokrasi adalah suatu keharusan. Itu juga berarti kuatnya civil society.” begitu, antara lain, pendapatnya.
Warisan Daripada Soeharto
Penerbit: Kompas Media Nusantara
Tahun: Mei 2008
Ketebalan: 636+xiv+bibliografi
Ukuran dan ISBN: 14x21cm/ 978-979-709-368-8
Sinopsis Buku
Buku ini merupakan kompilasi artikel-artikel yang pernah dimuat koran Kompas. Ditulis oleh beberapa tokoh terkemuka Indonesia, buku ini memotret banyak sisi dari Soeharto. Sebagai sebuah buku yang ditulis oleh banyak orang maka spektrum yang dipotret juga banyak sekali. Suharto ditempatkan sebagai presiden, pemimpin, pemikir, dan bahkan kritik-kritik terhadapnya. Dikatapengantari oleh Jacob Utama, pemimpin koran Kompas, buku ini makin berbobot sebagai sebuah buku sejarah yang harus dibaca oleh para ahli Indonesia maupun mahasiswa sejarah.[]
Mahkamah Konstitusi Republik Federal Jerman: Pencapaian dan Tantangan
Penulis: Rupert Scholz, Dr.jur. dkk.
Penerbit: Friedrich-Naumann-Stiftung Indonesia
Tahun: 2007
Ketebalan: xii+101 hal
Ukuran dan ISBN: 14×20,5cm/ 978-979-1157-02-5
Sinopsis Buku
Buku ini memuat artikel-artikel yang membahas berbagai aspek mahkamah konstitusi dan undang-undang konstitusi di Jerman. Di bagian inti, buku ini menganalisis peran dari mahkamah konstitusi. Yurisdiksi konstitusional bukan hanya dimaksudkan untuk menjaga konstitusi normatif melainkan juga bertugas secara sensitif memasukkan dan mengartikulasikan elemen-elemen perubahan. Dalam arti, perlu adanya keseimbangan antara kebijakan konstitusi dan undang-undang konstitusi.
Buku ini juga menganalisa peran mahkamah konstitusi dan hasil outputnya kepada masyarakat. Di Jerman sendiri, respon masyrakat terhadap hasil keputusan mahkamah konstitusi merupakan salah satu modalitas untuk meningkatkan legitimasi dan diterimanya keputusan-keputusan hukum.
Pahlawan-pahlawan Belia
Penulis: Saya Sasaki Shiraishi
Penerbit: KPG/Kepustakaan Populer Gramedia
Tahun: Jakarta, 2001
Ketebalan: 290hal+x+bibligrafi
Ukuran dan ISBN: 20x15cm /979-9023-50-1
Sinopsis Buku
Buku ini merupakan hasil riset antropologis yang ditulis pada tahun 1989 ketika rezim Soeharto masih menjadi diktator yang sangat kuat. Terdiri dari tujuh bab, 1) Pengantar Indonesia Orde Baru, 2) Datangnya Bapak Orde Baru, 3) Ibu dan Anak di Pekarangan Keluarga, 4) Silsilah Bapak, 5) Potret-potret Bapak Orde Baru, 6) Kanak-kanak dalam Kelas, 7) Remaja Ambivalen.
Berangkat dari hipotesa bahwa Soeharto membuat negara menjadi keluarga maka cara menjalankan pemerintahannya adalah dengan menejemen keluarga, di mana bawahannya dianggap sebagai anak-anak atau saudaranya yang dilarang mengkritik apalagi menggantinya. Karena itu, secara antropologis, kekuasaan Soeharto adalah kekuasaan raja jawa. Seorang raja yang tak dapat salah dan dipersalahkan. Itulah mengapa KKN dan kasus-kasus lainnya yang menimpa dirinya tidak pernah diselesaikan zaman Soeharto. Itulah mengapa watak yang tercipta di masyarakat adalah ABS [asal bapak senang]. Di atas segalanya, para elit bangsa ini wajib membaca dan merenungkan isi buku Sasaki. Dengan membacanya, diharapkan mereka akan sadar dan tergugah menyelesaikan tugas-tugas mulia sebagai pemimpin dan aparatus pemerintah.
Kebijakan Fiskal: Pemikiran, Konsep, dan Implementasi
Editor: Heru Subiyantoro, Ph.D dan Dr. Singgih Riphat, APU
Penerbit: Buku Kompas
Tahun: 2004
Ketebalan: xiv+626 hal
Ukuran dan ISBN: 15x23cm/ 979-709-120-1
Sinopsis Bukui
Buku ini merupakan dokumentasi kebijakan-kebijakan fiskal yang telah ditempuh oleh pemerintah RI. Kebijakan tersebut meliputi stabilisasi makro ekonomi, mendorong pertumbuhan, pemerataan dan menjaga keberlangsungan APBN ditengah krisis serta penerapan good governance dalam pengelolaan keuangan negara. Sesuai dengan judulnya ”Kebijakan Fiskal: Pemikiran, Konsep dan Implementasi, buku ini diharapkan dapat menjelaskan bagaimana suatu kebijakan publik diambil, apa yang menjadi latar belakang saat pengambilan keputusan tersebut. Dengan demikian dapat diketahui adanya the policy making process dari suatu kebijakan publik. Buku ini merupakan manfaat untuk memberikan sosialisasi kepada pekerja pemerintahan, dan dapat pula menjadi referensi bagi staf akademik dan mahasiswa.
Penggusuran dalam Perspektif Hak Asasi Manusia
Penulis: Drs. Hilmi Rachman Ibrahim, Msi Dkk.
Penerbit: Pustaka Cidesindo
Tahun: 2006
Ketebalan: viii+160 hal
Ukuran dan ISBN: 13,5x21cm/ 979-638-0951
Sinopsis Buku
Pada tahun 2005, Presiden RI menerbitkan Perpres tentang Pangadaan tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Namun, terbitnya Perpres mengundang banyak protes masyarakat karena menimbulkan kesan bahwa pemerintah dapat dengan mudah menggusur tanah rakyat demi program pembangunan.
Potret penggusuran tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai HAM yang menjadi anutan setiap orang atas berbagai aksi dan dampak pascapenggusuran. Buku ini menganalisis implementasi dan evaluasi seharusnya dari sebuah kebijakan beserta dampak krusial penggusuran dari sudut pandang HAM. Penggusuran bagaimanapun tujuannya tidak dapat mengindahkan kondisi demografi, kondisi dan kesejahteraan masyarakat.
One Soul One Struggle: Peristiwa Tiga Daerah
Penulis: Anton E. lucas
Penerbit: Resist Book
Tahun: 2004
Ketebalan: xxxiv+400 hal
Ukuran dan ISBN: 14,5x21cm/ 979-3723-07-6
Sinopsis Buku
Buku ini memberikan sumbangan yang besar untuk
melihat apa yang tersembunyi di dalam dokumen resmi. “Tiga Daerah dengan “Tiga Perstiwa didalamnya” memuat pelajaran-pelajaran yang sangat penting bagi setiap prakarsa pembaruan. Lucas memberikan perspektif dalam melihat masa lalu, agar tidak melulu digunakan perspektif Orde Baru. Sejarah perlu didemokratisasikan. Kekuatan politik perlu dilihat secara jujur dan dingin tanpa perlu terideologisasi, sebagaimana Orde Baru menjadikan sejarah sebagai alat legitimasi kekuasaan. Dengan berbagai sudut pandang dan sudut kepentingan, buku ini diharapkan memberikan sumbangan pengalaman bagi penggerak pembaruan.
IPDN Undercover: Sebuah Kesaksian Bernurani
Penulis: Inu Kencana Syafiie
Penerbit: Progressio
Tahun: 2007
Ketebalan: xxiv+282hal
Ukuran dan ISBN: 13,5×20,5cm/ 979-793-131-5
Sinopsis Buku
Inu Kencana adalah seorang dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Sejak kematian seorang praja Wahyu Hidayat, Inu sudah membuat tulisan berupa autobiografi dalam upaya membongkar kasus tersebut. Ditambah lagi dengan kematian Cliff Muntu di tahun 2007, Inu semakin berikrar bahwa nuranilahlah yang bicara. Ia tidak dapat lagi bersembunyi di bawah kesewenang-wenangan. Selain memunculkan fakta-fakta “gelap” dibalik IPDN, buku ini juga memuat perjalanan hidup dengan pahit getirnya kehidupan penulis.
Menata Ulang Sistem Demokrasi dan TNI menuju Peradaban Baru
Penulis: Saurip Kadi
Penerbit: PARRHESIA
Tahun: 2006
Ketebalan: vi+182 hal
Ukuran dan ISBN: 15,5x23cm/ 979-25-5287-1
Sinopsis Buku
Telah menjadi fakta sejarah bahwa Indonesia berada dalam ketidakstabilan. Hal tersebut dapat dilihat dari keadaan sosial, ekonomi, dan yang tidak terlupa adalah keadaan politik yang belum mengalami kemajuan. Buku ini dimaksudkan untuk menuangkan rasa keprihatinan atas keadaan bangsa dan negara. Dengan demikian harapan segera lahirnya sebuah peradaban baru bukanlah hal yang mengada-ada. Melainkan merupakan sebuah proses yang terukur sebagai produk dari sistem kenegaraan yang disusun secara objektif, rasional serta teruji validitasnya. Proses tersebut pada akhirnya dapat dibuktikan kebenarannya secara empirik oleh sejumlah negara.
Peran dan Fungsi Kamar kedua di Dalam Proses Legislatif: Kasus di Bundesrat Jerman
Editor: David Harrison-Smith dan Nur Rachmi
Penerbit: Friedrich-Naumann-Stiftung Indonesia
Tahun: 2007
Ketebalan: vi+160 hal
Ukuran dan ISBN: 14×20,5cm/ 978-979-1157-04-09
Sinopsis Buku
Peran kamar kedua di Indonesia saat ini masih menjadi topik yang hangat dipertentangkan. Selain itu merupakan masalah yang kerap diperdebatkan. Bagi Indonesia konsep kamar kedua dalam pemerintahan merupakan sesuatu yang relatif baru. Padahal konsep tersebut telah menjadi tradisi lama. Buku ini memberikan bentuk pemahaman yang berkaitan dengan fungsi dan peranan sebenarnya dari kamar kedua dan membandingkannya dengan kamar kedua Jerman (Bundesrat).
In the Name of Identity
Penulis: Amin Maalouf
Penerjemah: Ronny Agustinus
Penerbit: Resist Book
Tahun terbit: 2004
Tebal: viii+1180 hlm
Ukuran dan ISBN: 13 x 20,5 cm/ 979-3723-34-3
Sinopsis Buku
Buku ini merupakan karya fantastis tentang sebuah identitas. Ditulis oleh Amin Maalouf, seorang yang memiliki pengalaman hidup dalam sistem sosial masyarakat yang mempertarungkan identitas. Pengalaman penulis telah memberikan sinyal yang hidup bagaimana identitas tersebut diolah, disulut, dan dipertarungkan. Di mana dan apa yang memengaruhi sebuah identitas, adalah sebuah tanya yang coba dijawab Maalouf dalam bukunya ini. Maalouf menyatakan bahwa, hidup yang dihabiskan untuk menulis buku telah mengajarinya agar berhati-hati pada kata. Kata-kata yang tampak paling jelas kerap yang jadi paling khianat. Dan “identitas” adalah salah satu musuh dalam selimut tersebut. Maalouf mencoba memahami mengapa begitu banyak orang melakukan kejahatan pada masa sekarang ini atas nama agama, etnis, nasionalitasnya, atau berbagai macam identitas lainnya. Ia katakan, “identitas saya adalah apa yang mencegah saya jadi identitk dengan orang lain”.
Buku ini patut diapresiasi karena telah memberikan sumbangan berharga bagi masyarakat yang telah dilanda konflik identitas. Buku ini seakan memberikan pemahaman baru bagiamana identitas dipertautkan, dipertaruhkan bahkan dijadikan lambang bagi perlawanan yang besar dan bergelombang.
Kewarganegaraan RI Dalam Bingkai Pembangunan Jati Diri Bangsa
Penyusun: M. Said Nisar
Penerbit: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia
Tahun: 2006
Ketebalan: xii+372 hal
Ukuran dan ISBN: 15x21cm/ 979-26-1416-8
Sinopsis Buku
Konsep-konsep pembangunan yang bersifat mitos, utopis, ilusi, dan merugikan telah menggeser budaya bangsa dan pembangunan Jati Diri Bangsa. Kondisi ini akan mengakibatkan negara-negara berkembang menjadi terbelakang. Negara Dunia Ketiga termasuk Indonesia umumnya tidak mampu membaca dan mengenal potensi pembangunan yang dimilikinya dan dapat dikembangkannya. Konsep pemikiran yang terangkum di buku ini merupakan suatu bentuk kajian akademik dan sekaligus sebagai reaksi atas UU Kewarganegaraan yang telah disahkan. Negara kuat, rakyat berdaulat dan Pemerintah sebagai pelayan senantiasa menjadi sentra perdebatan saat ini yang penuh retorika tanpa arah dan makna yang jelas. Buku ini merupakan usaha untuk mengkaji lebih dalam makna yang terkandung dalam konsep Jati Diri Bangsa.
The Third Way
Penulis: Anthony Giddens
Penerjemah: Ketut Arya Mahardika
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Tahun: Agustus 1999
Ketebalan: 189 hal, i-ii
Ukuran dan ISBN: 14×21 cm/ 979-655-435-6
Sinopsis Buku
Jalan Ketiga sebenarnya bukanlah istilah baru yang diciptakan oleh Giddens. Yang baru pada Giddens adalah ia menempatkannya dalam sebuah konteks pengamatan yang sama sekali baru. Misalnya, orang cenderung untuk memikirkan “jalan ketiga” ini sebagai pilihan ketiga antara sosialisme dan kapitalisme, atau antara intervensi negara dan pasar bebas. Perdebatan yang sudah berumur seratus tahun ini tidak mungkin lagi dipahami pada masa sekarang karena eksperimen sosialisme yang pernah ada dalam sejarah manusia, komunisme, mengalami kegagalan total bersamaan dengan bubarnya Uni Soviet pada tahun 1991. Maka, perdebatan “Kanan”dan “Kiri” cenderung menjadi artifisial.
Anthonny Giddens, yang dipandang sebagai intelektual unggulan Tony Blair, telah melakukan apa yang dianggap mustahil oleh banyak orang. Ia membentuk sebuah definisi “jalan ketiga” yang koheren dan persuasif. Lebih penting lagi, ia berhasil menegaskan bahwa jalan ketiga tidak berada di luar “kanan” dan “kiri”, jalan itu adalah bagian dari kiri, yaitu pembaruan demokrasi sosial. Karya ini merupakan sebuah sumbangan yang berharga dalam upaya pencarian format politik.
Politik Modernisasi, terjemahan dari; The Politics of Modernization
Penulis: David E. Apter
Penerjemah: Hermawan Sulistyo
Penerbit: PT. Gramedia
Tahun: April 1987
Ketebalan: 486+indeks
Ukuran dan ISBN: 14×21 cm/ GM 207 87.023
Sinopsis buku
Modernisasi yang pertama kali berlangsung di Barat terjadi melalui proses kembar, yaitu komersialisasi dan industrialisasi. Di banyak masyarakat non-Barat, modernisasi juga merupakan hasil komersialisasi dan industrialisasi, namun lebih dari itu, proses itu berlangsung melalui dukungan birokrasi (politik). Dengan demikian, di dalam proses tersebut variabel politik sering kali lebih penting dibandingkan ekonomi karena peran-peran modernisasi tidaklah terintegrasi oleh suatu subsistem dinamis berdasarkan alokasi rasional seperti pada masyarakat industri Barat.
Tapi, bukan seberapa jauh birokrasi dan kekuatan-kekuatan politik itu mendorong proses modernisasi? Sebaliknya, bagaimana birokrasi dan kekuatan politik itu memodernisir dirinya sebagai prasyarat untuk mendorong modernisasi yang lebih luas, khususnya bagi negara Dunia Ketiga yang sedang terlibat dalam proses tersebut.
Berdasarkan studi perbandingan terhadap proses politik dan modernisasi di berbagai negara Amerika Latin, Afrika, dan Asia termasuk juga Indonesia, David E. Apter mengemukakan pembahasan teoritis tentang maalah, tantangan, dilema, dan prospek yang dihadapi negara-negara tersebut dalam usaha mereka memodernisir dirinya.
Karya besar David A. Apter ini tidak saja bermanfaat bagi komunitas akademis dan cendekiawan pada umumnya, melainkan juga bagi mereka yang terlibat dalam proses perencanaan pembangunan nasional ketika menyongsong era industrialisasi.
Birokrasi Publik dalam Sistem Politik Semi-Parlementer
Editor: Erwan Agus Purwanto dan Wahyudi Kumorotomo
Penerbit: Gava Media
Tahun: 2005
Ketebalan: xvii+146hal
Ukuran dan ISBN: 16x23cm/ 979-3469-53-6
Sinopsis Buku
Hubungan antara birokrasi publik dan politik merupakan isu yang selalu menarik. Di Indonesia, hubungan keduanya sejak jaman Orde Lama sampai Orde baru tidak dapat disatukan. Sedangkan kala reformasi, terjadi perubahan format antara birokrasi publik dan politik. Menguatnya peran partai politik sebagai konsekuensi diberlakukannya sistem multi partai berimplikasi bahwa, secara diam-diam, Indonesia telah menganut sistem Parlementer. Buku ini menjawab pertanyaan tentang bagaimana implikasi terjadinya pergeseran sistem politik dari sistem presidensial ke arah sistem semi parlementer terhadap dinamika kehidupan birokrasi publik di Indonesia.
Denyut Nadi Revolusi Indonesia
Penulis: Panitia Konferensi Nasional
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 1997
Ketebalan: 435hal
Ukuran dan ISBN: 23cm/ 979-605-722-0
Sinopsis Buku
Berbagai peristiwa harus dilalui oleh bangsa Indonesia sebelum kemerdekaannya mendapat pengakuan. Tanpa senjata yang memadai, minimnya pengalaman hanya dengan semangat patriotis, para pejuang menghadapi berbagai tantangan.
Buku ini merupakan kumpulan makalah yang disampaikan pada Konferensi Internasiona tentang Revolusi Nasional: Kenangan, Kajian dan Renungan yang diadakan pada 11-14 Juli 1995.
Tulisan-tulisan dibuku ini merupakan pengkajian lebih dalam dinamika perjuangan bangsa. Pengorbanan anak-bangsa dalam membela kemerdekaan adalah hal yang patut direnungkan. Karena setiap hal memiliki makna.
Pemerintahan dan Manajemen Sektor Publik
Penulis: Budi Setiyono
Penerbit: Kalam Nusantara
Tahun: 2007
Ketebalan: 224 hal
Ukuran dan ISBN: 14×21,5cm/ 979-3458-05-7
Sinopsis Buku
Dunia ini mengalami prinsip ketidak adilan. Dalam satu sisi, terdapat negara maju dengan tingkat kemakmuran yang tinggi. Di sisi lain, lebih banyaknya negara miskin dengan keterbelakangan dan keterpurukan hidup.
Berbagai riset telah dilakukan oleh para ahli menemukan bahwa tidak selalu suatu negara yang memiliki sumber daya alam melimpah dapat menjadi negara kaya. Contohnya Angola dan Congo yang memiliki kekayaan alam berlimpah tetapi rakyatnya tetap bergelimang kemiskinan. Sedangkan Jepang, negara yang miskin kekayaan alam, dapat menjadi negara maju dengan tingkat perekonomian yang makmur. Mengapa fenomena ini terjadi? Buku ini mencoba menelaah lebih dalam penyebab dari fenomena tersebut. Berbagai riset menunjukkan bahwa mismanagement menjadi penyebab utamanya. Dan, buku ini memberikan pemahaman lebih jauh tentang prinsip manajemen publik mulai dari tahap perencanaan sampai dengan evaluasi dan pembelajaran organisasi.
Membangun Lanskap Politik Baru
Penulis: Arifin Panigoro
Penerbit: Medco Koleksi Pribadi
Tahun: Jakarta, 2004
Ketebalan: 101hal
Ukuran dan ISBN: 21x15cm /-
Sinopsis Buku
Buku ini merupakan koleksi harapan dan mimpi-mimpi politik dari Arifin Panigoro terhadap bangsa Indonesia. Sebagai pebisnis yang terjun di wilayah politik, Arifin memang lain. Ia adalah pribadi yang gelisah, pecinta seni dan politisi yang berani. Kegelisahannya diwarnai dengan menulis buku. Kecintaannya pada seni dimaknai dengan mengoleksi lukisan. Keberanian itu ditujukkannya saat ikut menurunkan Presiden Soeharto dalam gerakan reformasi. Sayang sekali, buku yang secara subtansial bermutu ini tidak dibarengi oleh penerbitan yang profesional. Mungkin karena dicetak hanya untuk kalangan sendiri.
Menata Negeri dari Kehancuran
Penulis: Vaclav Havel
Penerbit: Dian Rayat dan Yayasan Obor Indonesia
Tahun: 1992
Ketebalan: xvi+304hal
Ukuran dan ISBN: 14,5×22,5cm/ 979-523-306-8
Sinopsis Buku
Vaclav Havel adalah seorang seniman yang aktif, sering melibatkan diri, pengamat masyarakat dan pemikir. Havel merupakan presiden pertama dan terakhir Republik Ceko-Slovakia yang akhirnya memecahkan diri menjadi dua negara melalui referendum.
Buku ini merupakan kumpulan esai yang terpilih dari Havel. Sebagai tokoh penyejuk hati melalui karya-karyanya, Havel patut dikenal sebagai seniman besar.
Esai-esai di dalam buku ini di sajikan di dalam bahasa kognitif yang dapat membawa kita ke dimensi lain. Dibalik itu, Havel memaparkan pemikiran tentang politik dari sudut pandang yang berbeda.
