
Dewan Penyantun
R. Sidharta Oetoro adalah pribadi yang sejak muda sangat mencintai bangsanya agar tidak “jalan di tempat.” Untuk itu, beliau bertekad mewakafkan banyak waktunya demi terciptanya negara kuat, rakyat cerdas dan lembaga-lembaga yang sehat. Hidupnya dihabiskan untuk berdiskusi dengan kaum muda dan rakyat miskin agar mereka tahan menghadapi kehidupan yang keras.

Dewan Pembina
Sabri Saiman, dikenal sebagai pengusaha-politisi yang dekat dengan rakyat. Kesukaannya adalah berdiskusi dengan kaum muda. Menjadi anggota DPR RI 2004-2009 komisi V. Lahir di Banda Aceh pada 18 Oktober 1942, kini adalah seorang kakek bagi cucu-cucunya tercinta. Di samping sibuk berpolitik kebangsaan, kini waktunya banyak dihabiskan sebagai ketua PMI Jakarta Utara dan menjadi pembina lembaga Nusantara Centre. Hal ini karena, politisi yang baik kata beliau, “adalah politik yang berbasis kemanusiaan dan kenalaran serta nafsu kebaikan.”

Direktur Eksekutif
Yudhie Haryono, merupakan penulis dan periset ulung. Bercita-cita menjadi Presiden. Memiliki hobi main badminton di hari Sabtu. Pengagum tulisan-tulisan Karen Armstrong dan Noam Chomsky. Memiliki motto hidup “kecerdasan tanpa prestasi hanya omong kosong. Prestasi tanpa kecerdasan hanya mimpi siang bolong. Problem hidup bukan masalah untuk dipikirkan, tapi kenyataan untuk dipecahkan.”
Sejak kuliah telah aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan seperti Persatuan Pers mahasiswa Indonesia, Revolusi Kaum Muda, HMI dll. Ia mendedikasikan hidupnya untuk menulis dan menulis. Karya-karyanya sangat dahsyat menggebrak pemikiran baru seperti: Otak Intelektual Muslim [CDIS-Press, 1995], Insan Kamil [KalamNusantara, 1996], Etos Kerja dalam Alquran [Progres, 1997], Demistifikasi Alquran [Reportoar, 1999], Membuka Langit [Intimedia, 2002], Bahasa Politik Alquran [GugusPress, 2002], Post Islam Liberal [GugusPress, 2002], Haji Mistik [Intimedia, 2002], Demi Islam Demi Indonesia [Nalar, 2003], Melawan dengan Teks [Resist, 2005], Manuver Politik Ulama [Jalasutra, 2006], Memaafkan Islam [KalamNusantara, 2005], Melampaui Islam [KalamNusantara, 2006], Politik Air [Walhi, 2007], Membunuh Sumur Lapindo [GMLL, 2008], Merebut Mimpi Bangsa [KalamNusantara, 2008], Republik Yang Menunggu [segera terbit].

Manajer Pelaksana
Sayono, anak desa yang mencita-citakan merubah dunia (tidak jelas dunia seperti apa). Memiliki hobi traveling dan dzikir berharap untuk memperoleh secercah wahyu (nabi kali). Merupakan pribadi yang tangguh dan memiliki pengalaman hidup yang keras. Motto hidupnya “kita bisa menunda, bahkan membatalkan. Tapi waktu tidak diam, ia terus berlari memotong kita semaunya. Tak ada pilihan, taklukan ia dan tulis sejarah.”

Peneliti
Rudy Gani, merupakan simbol aktivis muda dan gaul. mantan Presiden BEM ini memiliki hobi menulis dan demonstrasi. Tulisan-tulisannya banyak dipublikasi melalui media cetak dan jaringan internet. Merupakan pribadi yang seperti magnet, menarik perempuan mana saja dari semua umur. Tapi jangan salah, ia bukan playboy (sedikit..), tetapi sosok yang berpikir sangat kritis, maju dan modern. Pribadinya mencerminkan aktivis muda Indonesia, pelopor generasi maju.

Peneliti
Edi Subkhan, kaum muda yang berotak encer ini memiliki hobi membaca, meriset dan menulis. Penelitian-penelitian yang ia lakukan mengambil kajian teknologi pendidikan. Kini ia tengah menyelesaikan studi S2 di bidang teknologi pendidikan Universitas Negeri Jakarta. Aktif dalam berbagai forum mahasiswa dan mendedikasikan perjalanan hidupnya untuk kemajuan pendidikan Indonesia.

Sekretaris Eksekutif
Devina, adalah dara yang bercita-cita memajukan peran wanita di kancah perpolitikan internasional. Travelling dan corespondence merupakan hobi yang ia pupuk demi cita-cita. Pengagum Novel Dan Brown dan Andrea Hirata ini memiliki motto hidup, “dunia itu indah maka nikmatilah dan ingat dunia itu kejam, maka berjuanglah.”